Tampilkan postingan dengan label True Story. Tampilkan semua postingan

Me and Horror Movies

"Say no to horror and full thriller movies."

Itu moto kehidupan dunia perfilmanku. Takut? Hmm, iya dan enggak. “Iya” takutnya lebih dari sedikit, dan “Enggak”

The Lightning


For some people, lightning is something hideous, dangerous and worth avoiding. It’s destructive power kills anything it strikes. The sounds  it produces terrorize all living ears. And when the nature conspirates to make it happen, all living things are alarmed and choose to stay away from it. So they just stay inside someplace safe.

Unlike them, I find lightning enjoyable. For me it is one of God's greatest creations. Lightning has many meanings and scientific explanations wrapped around it. Besides, there is always exitement in watching the sky scratched by those incredible shapes. Moreover when there is a lightning storm and

Pada Suatu Masa Hiduplah Seorang Gadis Bernama Aisyah

Pada suatu masa hiduplah seorang gadis bernama Aisyah. Di masa itu manusia telah mengenal api,

Main Tebak-Tebakan


Kemarin pagi tiba-tiba saja satu kamar kos-an main tebak-tebakan. Dibilang sengaja ya enggak, di bilang enggak sengaja juga gak gitu-gitu juga sih.
3 + 2 =....?
Wah...ada yang jawab benar tuh ^^
Berawal dari hari sebelumnya, aku browsing tentang cara jitu melatih konsentrasi dan hal-hal tentang supaya otak enggak lemot, lola, de el el. Nah, di salah satu situs aku nemu beberapa cara. Salah satunya ya sering-sering mungsiin otak. En ini dia salah satunya, main tebak-tebakan.
Nah, karena kebetulan kami bertiga yang satu kamar ini menyadari bahwa kami mengalami gejala yang sama, yaitu penurunan fungsi kerja otak plus peningkatan kelemotan otak, maka kami pun antusias ikut permainan ini. Malah sangat banget antusias. Kasihan ya T_T
Bermacam-ragam

Sepotong Mozaik di Banda



Hmmm…(^_^), sore ni tiba-tiba pengen nulis di laptop (Nah diary ku, hari ini kamu kamu aku kasi cuti ya).
Yah, barusan di kepala terlintas tentang pengalaman pertama backpacking di di Aceh, khususnya waktu di Banda Januari 2010 lalu.
Awalnya sih karena ngelamunin bakalan ditraktir ama somebody nya si kawan, ngak usah la disebutkan namanya ya. Nah, so, aku mikir (ngayal lebih tepatnya) bakalan pesennya martabak telur aja, secara pastinya gak akan abis kalau pesan mie Aceh. Dari situlah saraf-saraf otakku agak korslet (untung gak nyampek kebakaran yah, hehehe).
Wajah-wajah baru nyampek ^_^
Jadi gini, waktu di Banda, kami serombongan 

Sepenggal Surat Rindu


Dear Nin,
Bagaimana penerbanganmu? Apakah menyenangkan? Kami sudah merindukanmu lagi di sini. Padahal baru saja kita bertemu 3 jam yang lalu. Kapan kita akan bertemu lagi ya? Tertawa bersama lagi, menjawab pertanyaan-pertanyaan dengan jawaban yang bodoh lagi, foto bareng, makan malam bareng, menjelajah keeksotisan sumatera utara lagi (terutama ”hot spring” nya), dan menangis bersama lagi? Oh, aku mulai merindukan saat-saat itu, bahkan ketika kita masih dalam perjalanan ke bandara tadi siang untuk melepasmu. Oh iya, apa kau tahu Paku tak henti-hentinya menangis setelah kau check in? Bahkan sekarang matanya masih sembab. Hmm..kalian memang mirip ya. Terlalu mirip bahkan. Apa kau masih ingat foto yang kuambil diam-diam ketika di Green Lodge, Tangkahan, waktu itu? Kalian bahkan berpose sama tanpa kalian sadari. Pantaslah dia mendaulatmu sebagai ”soul sister” untuknya.
Sebulan bersama denganmu benar-benar sebuah pengalaman yang luar biasa. Aku benar-benar bersyukur bisa bertemu denganmu. Begitu banyak hal-hal baru yang ku dapat, pengalaman pertama yang terjadi, dan keajaiban yang kulihat selama kau bersama kami. Menginjak bandara Polonia