Tampilkan postingan dengan label Traveling. Tampilkan semua postingan

Permainan Jadul yang Tetap Diminati : 7 Board Game Murah Meriah yang Seru Dimainkan Saat Liburan

Kamu lebih tertarik dengan online game atau board game? Kalau aku sudah pasti board game. Bukan tertarik lagi pun, tapi terobsesi. Dan hal ini baru kusadari beberapa tahun belakangan. Ternyata koleksi board game-ku bisa dibilang lebih banyak dari pada jenis mainan edukatif yang biasa untuk media pembelajaran les privat para bocil. Karena memang koleksi board game-ku ini belinya jauh sebelum itu. Jadi aku punya koleksi board game jadul seperti, Ular Tangga, Ludo, Halma, Catur, Monopoli, Scrabble, UNO, dan Jenga. Juga kartu Remi dan kartu Domino yang lupa entah kusimpan di mana saking lamanya.
Aneka board game klasik, monopoli, domino, uno, catur, dan lainnya bertebaran di atas meja
Sumber: apartmenttherapy.com

Ketertarikanku pada mainan memang agak lain sejak dulu. Entah orang-orang INFJ memang begitu, atau karena faktor yang tak kuketahui hingga kini. Kalau kawan-kawan dulu suka kali main ular tangga dan ludo, aku lebih suka catur dan monopoli. Ya bukan berarti gak suka main Ludo dan Ular Tangga, hanya saja lebih suka ke tipe permainan strategi dari pada keberuntungan. Kan di Ludo kalau gak dapat 6, maka gak keluar-keluarlah pionnya dari kandang.

Lalu pernah pas Yoyo lagi naik daun, aku malah terobsesi dengan Kendama gara-gara nonton Inuyuasha. Sampai kini masih berburu Kendama dan belum dapat-dapat juga yang sesuai harapan.

Pernah juga ketika mengunjungi pusat pasar di Padang dan Bukit Tinggi, waktu itu mau cari oleh-oleh lah ceritanya. Aku menemukan jejeran toko menjual mainan dan akhirnya lama ngetem di sana. Kawan-kawan pada beli suvenir gantungan kunci, baju dan keripik sanjai, aku malah borong beberapa mainan anak-anak yang kurasa unik. Mereka pun geleng-geleng kepala.

Padahal waktu itu belum punya keponakan dan gak ada sirkel teman anak-anak juga. Jadi itu aku beli memang untukku. Waktu itu kuingat ada blok domino yang mirip mahjong, seperangkat guli dan papannya (gak tahu namanya apa dan gak ada instruksi cara mainnya. Kini gulinya entah kemana, tapi papannya masih ada), bola bulu lampu, klutak-klutuk terbuat dari kayu (sejenis mainan balita), dan peluit tarik dari bambu. Murah meriah harganya. Dan yang paling penting adalah bahagia kali kurasa dapat barang-barang itu. Sayangnya di sana Kendama tidak ada.

Berapa Kisaran Harga Board Game?

Jawabannya tergantung. Ada board game yang di bawah 5 ribuan ada juga yang harganya jutaan. Koleksiku board game jadulku harganya rata-rata di bawah 40 ribuan. Sejauh ini si Scrabble yang paling mahal kubeli. Jadi masih cukup terjangkau kan ya. Dengan harga segitu sekeluarga bisa main bersama, se-geng bisa main semuanya. Apalagi keseruannya. Hmmm... Cobaklah. Mumpung lagi libur akhir tahun, ipar, sepupu, ponakan ramai berkumpul, mungkin ada yang mau coba gaya liburan bebas gawai tapi menyenangkan. Hati hati ketagihan.

Rekomendasi 7 Board Game Murah Meriah yang Seru dimainkan Saat Liburan


Aku pilihkan 7 Board Game jadul ini dengan pertimbangan ramah anak, ramah kantong, mudah dibawa, ramah usia alias (hampir) bisa dimainkan semua umur, dan pastinya seru.

1. UNO

Kayaknya gak ada yang gak kenal UNO di sini ya. Terdiri dari 100 kartu, peraturannya sederhana dan gampang dimainkan. Makin ramai yang main makin seru.

Harga kartu UNO macam-macam. Dibanderol mulai dari 10k, tergantung belinya di mana.

2. Jenga

Jenga atau kadang disebut juga Blok Staco atau UNO Staco.  Mainan blok susun yang terbuat dari kayu atau bahan plastik. Permainan ini melatih kesabaran juga menantang dalam menjaga keseimbangan balok. Main ini pasti was-was tapi ketawa-ketawa. Atau ya paling gak senyum-senyum.

Di toko online, harga Jenga dimulai dari 15k, tergantung ukuran, bahan, toko dan diskon pastinya ya.

3. Monopoli

Permainan klasik ini naik daun kembali dan bahkan dijadikan online game waktu peringkat LINE belum dikalahkan WA di Indonesia. Kini banyak versi lokalnya dengan aneka tema. Permainan yang melatih strategi dan bisnis keuangan. Jadi teringat sepenggal tebakannku, Bapaknya masuk penjara, Ibunya jual rumah, tapi anaknya tertawa bahagia. Hanya di Monopoli🤣.

Monopoli juga ada versi kartunya, Monopoly Deal namanya. Board game ini bisa dimiliki mulai harga 10k saja.

4. Kartu Remi

Kartu remi atau kartu Joker terdiri dari  52 kartu. Ada banyak jenis permainan yang bisa dimainkan, seperti Solitaire, Poker, Bridge, 41, dan lainnya. Tapi aku paling suka main cangkul. Tahu kan? Walaupun tetap mikir, tapi lebih santai. Di e-commerce harga kartu remi dimulai dari 10k.

5. Kartu Domino

Kartu Domino kalau di Aek Loba namanya kartu Goplak. Di sini biasanya dimainkan bapak-bapak atau anak muda pas lek-lek-an (jaga malam di rumah tetangga yang berhajatan sebelum hari pesta), juga dimainkan di kedai kopi sambil taruhan, atau dimainkan di bawah pokok-pokok sawit sambil sembunyi-sembunyi, alias main judi.

Harga kartu ini sepertinya yang paling murah dari 3 kartu sebelumnya. Bisa dimiliki mulai harga 2k.

6. Tic Tac Toe

Tic Tac Toe atau XOXO atau dalam bahasa Indonesia Silang-Bulat-Silang ini lebih murah lagi karena tak perlu beli. Kita cukup sediakan kertas dan pena. Atau kalau mainnya di tanah, ya cuma butuh kayu untuk alat tulis. Dan tak lupa seorang lawan mainnya.

Diawali dengan menggambar persegi 3x3,  atau menggambar 2 garis lurus lalu ditimpa dengan 2 garis tegak lurus.  Lalu menentukan simbol pemain 1 dan 2. Misal pemain 1 (X), pemain 2 (O).  Secara bergantian tiap pemain meletakkan simbolnya di dalam kotak. Tujuan permainan adalah pemain yang lebih dulu berhasil meletakkan 3 simbolnya segaris lurus, menang.

7. Dam

Mirip dengan Tic Tac Toe, permainan ini juga tak perlu beli, cuma butuh kertas dan pena, atau kalau mainnya di tanah, ya butuh batu kerikil atau daun atau apa pun yang bisa dijadikan pion atau bidak.

Oiya, Dam yang aku maksud di sini bukan catur jawa Damdas ya, ini permainan yang lebih simpel dengan 3 pion masing-masing (pemain A dan B beda warna). Bentuk papan permainannya persegi 3x3 seperti Tic Tac Toe. Secara bergantian pemain meletakkan satu bidaknya di titik sudut. Bebas mau di mana saja. Pemain hanya boleh menggerakkan bidaknya satu langkah saja ke titik yang kosong. Tujuannya adalah yang pertama berhasil meletakkan ketiga pionnya segaris lurus, menang.

Kalau di dracin sering dibilang "hidup itu seperti permainan catur" atau "Kau bisa mengetahui karakter lawanmu dari caranya bermain catur", menurutku ya ada benarnya dan gak salah juga. Sepengalamanku, main Tic Tac Toe dan Dam ini memang bisa membuat kita lebih mengenal karakter lawan main  kita. Cobalah buktikan betul apa enggak .😁


Jadi itu tadi 7 rekomendasi permainan board game jadul yang murah meriah dan pastinya seru buat dimainkan saat liburan bersama keluarga, kerabat dan kawan karib. Jadi kamu tim board game atau tim online game?

Top Up Voucher Game Murah dan Mudah dengan BRImo


Kalau kamu adalah tim game online, maka sangat mungkin kamu tertarik dengan info promo top up voucher game hemat yang ditawarkan aplikasi BRImo. Apalagi selama ajang BRImo FSTVL, program loyalti bagi nasabah BRI pengguna Super Apps BRImo, yang berlangsung 1 Oktober 2024 - 31 Maret 2025.
Poster brimo fstvl

Ada promo cashback real-time 100% sampai 20 ribu Rupiah setiap top up voucher game di BRImo. Kuota terbatas tiap hari, hanya untuk 100 transaksi saja. Promo berlaku sampai 30 November 2024 dengan minimal transaksi Rp20.000.

Cara top up voucher game di BRImo

1.⁠ ⁠Download BRImo lalu log-in.
2.⁠ ⁠Pilih menu 'Lifestyle'. Pilih 'Hiburan', lalu klik 'Voucher Game'. 
3.⁠ ⁠Pilih voucher game yang ingin di-topup
4.⁠ ⁠Pilih jumlah voucher. Klik 'Bayar'. Lalu masukkan PIN. Voucher pun siap digunakan.

Gampang ya kan. Oiya, tiap transaksi pakai BRImo, ada poin yang kita dapat. Kalau poinnya banyak ya banyak juga peluang dapat hadiah di BRImo FSTVL.

Selain 100.000 hadiah langsung, juga ada hadiah undian BMW 520i M Sport, Hyundai Creta Alpha, dan Vespa Primavera. Dan masih ada lagi hadiah tiap pekan di Friday Deals. Banyak kan? Sering-seringlah nabung dan bertransaksi di BRImo supaya poinnya makin ramai. Udah dapat cashback, dapat BMW pulak kalau beruntung, kan rezeki itu namanya.

#BRImo
#BRImoMudahSerbaBisa
#BRImoFSTVL
#BerlimpahHadiah



Whoosh VS Shinkansen: Mana Lebih Cepat? Lebih Nyaman? Lebih Murah?

Sudah pernah naik Whoosh? Cas. Aku juga belum. Di Sumut belum ada. Jadi pernahnya menunggangi KAI Sri Lelawangsa, Sribilah, dan Putri Deli saja. Di Sumatera Utara sendiri ada 5 jenis kereta api:

  1. 1. Sribilah (Eksekutif & bisnis) dengan tujuan Medan - Rantauprapat (PP).
  2. 2. Putri Deli (Ekonomi) dengan tujuan Medan - Tanjung Balai (PP).
  3. 3. Siantar Ekspres (Ekonomi) dengan tujuan Medan - Siantar (PP).
  4. 4. Sri Lelawangsa (KRD komuter) dengan tujuan Kuala Bingai - Medan (PP).
  5. 5. Lin Kualanamu (Kereta bandara) dengan tujuan Medan - Bandara Internasional Kualanamu (PP)
Nah, si Whoosh ini adalah kereta cepat. Jadi bukan kereta api biasa. Waktu Hemat, Operasi Optimal, Sistem Hebat, disingkat jadi WHOOSH. Diresmikan pada Oktober 2023 lalu, kereta cepat Jakarta-Bandung ini kini tengah naik daun. Pasalnya Jakarta-Bandung (142km) yang normalnya memakan waktu 3-4 jam, sekarang bisa ditempuh 40 menit saja. Wew.


Whoosh Vs Shinkanshen, Lebih Cepat Mana? 

Pas pertama dengar kereta cepat ada di Indonesia, mau tak mau otakku langsung ingat sama Shinkanshen-nya Jepang yang katanya kereta tercepat di dunia.

Whoosh buatan PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) ini mampu melaju hingga 350 km/jam. Perjalanan dari Jakarta (Stasiun Halim) ke Padalarang yang berjarak 125 km bisa ditempuh dalam waktu 25 menit saja.

Sedangkan Shinkansen Jepang ada 3 jenis; Nozomi, Hikari, dan Kudama. Shinkansen yang paling cepat adalah jenis Nozomi dengan kecepatan 300 km/jam. Naik Nozomi dari Tokyo ke Osaka yang jaraknya 492 km bisa ditempuh dalam waktu 2 jam 30 menit.
Infografis perbandingan Kereta Cepat Whoosh, Shinkansen, dan TGV. Dari segi kecepatan, harga tiket. Disertai gambar masing-masing kereta cepat

Wah, ternyata dari segi kecepatan, Shinkansen masih kalah dari Whoosh ya.


Whoosh Vs Shinkansen, Lebih Nyaman Mana? 

Sebagai pengguna KAI yang belum pernah merasakan naik Whoosh maupun Shinkanshen, kalau ditanya kenyamanan ya tentu saya tak bisa menjawab berdasarkan pengalaman pribadi ya kan. Nah, jadi mari kita kutip pengalaman Mbak Tiara Uci dari blognya https://mojok.co/terminal/kereta-cepat-whoosh-menang-cepat-dari-shinkansen-jepang-tapi-kalah-telak-soal-hal-lain/. Nah begini kata beliau. 

Whoosh punya 3 kelas; Ekonomi, Bisnis dan Eksekutif. Di Kelas ekonomi kursinya agak tipis tapi tetap nyaman. Sedangkan di eksekutif kursinya tebal, plus dapat makanan dan minuman gratis.

Serupa dengan Whoosh, Shinkansen juga punya 3 kelas ; reserve, non-reserve, dan green seat (first class). Untuk reserve dan non-reserve, keduanya sama-sama kelas ekonomi. Bedanya, yang reserve harus pesan dulu sehingga bisa memilih tempat duduk, sementara yang non-reserve kursinya acak, jadi siapa cepat dia dapat.

Kursi pada Shinkansen reserve kurang lebih sama tipisnya dengan Whoosh kelas ekonomi. Tapi, jarak antarkursi di Shinkansen lebih luas. Kemudian meja lipat pada Shinkansen nggak menempel di kursi sehingga penumpang bisa leluasa menggeser kursi ke belakang tanpa mengganggu penumpang lain.

Dari segi kursi dan jarak antarkursi sebenarnya Shinkansen unggul. Sayangnya, saat berada di dalam Shinkansen, penumpang masih merasakan guncangan meskipun nggak parah. Sementara kalau duduk di dalam Whoosh rasanya anteng dan hening. Saking stabilnya Whoosh ini, kalau kita letakkan koin 500 Rupiah di pinggiran jendela, koin tetap bisa berdiri tegak. Woow.

Jadi, dari segi kenyamanan di dalam kereta, Whoosh sekali lagi lebih unggul dari Shinkansen. Cool. 


Whoosh Vs Shinkansen, Lebih Merakyat Mana? 

Merakyat di sini maksudnya aksesnya menjangkau seluruh rakyat. Whoosh hanya punya 1 rute saja Jakarta-Bandung. Lebih tepatnya Padalarang-Tegalluar. di IKN pun belum ada. Bentar lagi kayaknya. Di Sumut apalagi😁. Kita doakan saja nanti ada ya. 

Beda dengan Shinkansen yang memiliki rute panjang dan memang tujuannya dibuat untuk menjangkau seluruh Jepang. Wajar saja sih memang karena Shinkansen mulai dibuka sejak Oktober 1964 untuk menyambut Olimpiade Tokyo waktu itu. Sedangkan Whoosh baru dirilis Oktober 2023 sebagai salah satu infrastruktur kunci yang mampu menunjang konsep smart city.

Hmm, jadi sudah pasti Shinkanshen jauh lebih merakyat dari pada Whoosh ya kan. 


Whoosh Vs Shinkansen, Lebih Murah Mana? 

Harga tiket Whoosh dari Jakarta (Stasiun Halim) menuju Padalarang dengan jarak 125 km adalah 200k (kelas ekonomi). Kadang ada juga yang 175k. Tapi untuk keberangkatan akhir pekan, harga tiket paling murahnya naik menjadi 250k. Jika diambil rata-ratanya, Whoosh memberikan tarif Rp1600/km.

Mengutip pengalaman Mbak Tia, harga tiket Shinkansen ekonomi reserve dari Tokyo ke Osaka yang berjarak 492 km adalah sekitar 1,6 juta Rupiah. Kalau dirata-ratakan sekitar Rp3252/km. Artinya kalau disamakan dengan jarak Stasiun Halim ke Stasiun Padalarang, harga tiket Shinkansen-nya adalah Rp3253 x 125 (jarak Halim-Padalarang) = Rp406.625. Wow jauh lebih mahal ya. Eits, nanti dulu. Apa iya mahal? Karena sesungguhnya mahal tidaknya sesuatu itu bergantung banyaknya gajimu.😅

UMR di Jakarta paling tinggi adalah 5 juta Rupiah. Sedangkan UMR paling tinggi di Jepang ada di kota Tokyo sekitar 1.113 Yen (Rp124.155) 
per jamnya. Menurut data terbaru, gaji rata-rata di Jepang pada tahun 2024 adalah 471.000 Yen. Jika 1 Yen = Rp102,40, maka gaji rata-rata di Jepang sebulan bisa mencapai 48.2 Juta Rupiah. Berarti 9.7 kali lipat dari UMR Jakarta. Hampir 10 kali lipat ya, Bestie.

Nah kalau kita bandingkan gaji bulanan yg 5 juta dengan yang 48.2 juta, maka harga tiket Shinkansen Halim-Padalarang yang tadi 406k itu ibaratnya jadi begini nih matematikanya: 

Jadi nilai tiket Shinkanshen untuk jarak Halim-Padalarang di mata kita yang gajinya 5 juta sebulan ini cuma 42k saja. Semurah itu ya biaya transportasi di Jepang. Sedangkan di Indonesia tiket Whoosh-nya 200k. Lebih mahal hampir 5 kali lipat berarti kan ya. 

Namun, apakah kemahalan ini menurunkan tingkat peminat pengguna Whoosh? Tentu saja tidak, Bestie. Buktinya si Whoosh ini kini malah tengah jadi primadona. Bisa jadi objek pilihan untuk mengisi liburan dengan keluarga. Kalau katanya jalan-jalan ke Jepang belum afdol tanpa nyobain Shinkanshen, nah kini ke Jakarta atau Bandung belum sah kalau belum nyobain Whoosh. Apalagi kini tiket Whoosh bisa dibeli online. 

Nah salah satu tips traveling hemat yang tak lekang waktu adalah pandai-pandai cari promo, baik itu harga tiket promo, diskon tiket, tiket murah, atau aplikasi yang menawarkan promo dan diskon tiket. Manfaatkanlah Bestie.

Seperti yang saat ini sedang berlangsung nih, BRImo FSTVL 2024, sebuah program loyalti yang dipersembahkan untuk seluruh nasabah BRI. Ada banyak promo yang bisa difaedahkan dengan ikut Brimo FSTVL. Salah satunya seperti tiket Whoosh yang bisa dibeli via aplikasi BRImo.
Banner program BRImo FSTVL 2024


Cara Mudah Beli Tiket Whoosh Online pakai BRImo

Sama seperti tiket kereta api online, sekarang kita sudah bisa beli tiket Whoosh di manapun dan kapanpun pakai BRImo. Anti ribet-ribet klub lah ceritanya. Caranya, 

  1. 1. Pastikan sudah punya akun di KCIC. Karena e-ticket akan dikirim ke e-mail yg terdaftar di akun tersebut
  2. 2. Download aplikasi Brimo. Lalu Login. 
  3. 3. Klik fitur 'Travel' lalu pilih Tiket Whoosh
  4. 4. Pilih stasiun awal, stasiun akhir, dan tanggal keberangkatan
  5. 5. Pilih jadwal kereta
  6. 6. Masukkan data penumpang dan pilih kursi
  7. 7. Klik bayar lalu konfirmasi transaksi
  8. 8. Masukkan PIN
  9. 9. Transaksi berhasil. Cek akun KCIC kamu atau email yang terdaftar untuk melihat e-ticket. 
Kita akan mendapatkan poin untuk setiap transaksi menggunakan BRImo. FYI, perbanyak transaksi di Brimo dan perbanyak nabung, biar makin banyak poinnya dan makin besar pula peluang mendapatkan aneka hadiah di BRImo FSTVL. Ada 100.000 hadiah langsung yang bisa kita raih dan juga hadiah undian yang bisa dimenangkan seperti BMW 520i M Sport, Hyundai Creta Alpha, dan kendaraan bermotor Vespa Primavera. Terus ada juga hadiah mingguan di Friday Deals. Pastinya sayang kalau dilewatkan. Berlaku mulai 1 Oktober 2024 sampai 31 Maret 2025. Yuk, lah kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya.



#BRImo
#BRImoMudahSerbaBisa
#BRImoFSTVL
#BerlimpahHadiah
















Sepotong Mozaik di Banda



Hmmm…(^_^), sore ni tiba-tiba pengen nulis di laptop (Nah diary ku, hari ini kamu kamu aku kasi cuti ya).
Yah, barusan di kepala terlintas tentang pengalaman pertama backpacking di di Aceh, khususnya waktu di Banda Januari 2010 lalu.
Awalnya sih karena ngelamunin bakalan ditraktir ama somebody nya si kawan, ngak usah la disebutkan namanya ya. Nah, so, aku mikir (ngayal lebih tepatnya) bakalan pesennya martabak telur aja, secara pastinya gak akan abis kalau pesan mie Aceh. Dari situlah saraf-saraf otakku agak korslet (untung gak nyampek kebakaran yah, hehehe).
Wajah-wajah baru nyampek ^_^
Jadi gini, waktu di Banda, kami serombongan